Kolaborasi Ide dan Manajemen Kerja dalam Festival

Workshop Manajemen Produksi Festival merupakan salah satu kegiatan penguatan kapasitas yang diselenggarakan Komunitas KAHE Maumere untuk para pelaku event di Kota Maumere, terutama juga untuk tim kreatif yang selama ini bekerja sama dengan Komunitas KAHE.

Workshop ini berlangsung di Pusat Jajanan dan Cinderamata (PJC), Jalan El Tari Maumere, 11-15 Maret 2025 dan menghadirkan Ignatius Sugiarto alias Pak Clink, anggota Teater Garasi dan pendiri Garasi Performance Institut.

Pak Clink adalah penata cahaya dan pengarah teknis di hampir seluruh pertunjukan Teater Garasi. Ia juga terlibat aktif di banyak pertunjukan di dalam maupun luar negeri seperti Die Pratze Festival, Tokyo (2025) dan banyak bekerja dengan kelompok/seniman dari berbagai disiplin.

Sementara itu, para peserta workshop berasal dari latar belakang kerja produksi yang berbeda. Ada stage manager, visual mapping, ilustrator, seniman, musisi, opeator lighting, kru panggung, soundman dan tim produksi Komunitas KAHE. Mereka berjumlah 15 orang.

Workshop ini berlangsung cukup intens dan padat sebagai bagian dari persiapan Festival Maumerelogia 5.

Saling tukar informasi, pengalaman dan pengetahuan di antara para pekerja event di Maumere menjadi momen menarik bagi fasilitator untuk memetakan potensi dan kendala yang dihadapi di lapangan saat mereka bekerja. Beberapa kendala diutarakan para peserta di antaranya seperti model venue yang berubah-ubah, perubahan rencana yang mendadak karena tidak ada lay out, miskomunikasi, dan rundown acara yang berubah-ubah.

Menurut Pak Clink, dalam produksi pertunjukan, semua peserta perlu bekerja secara kolaboratif dalam tim kerja dan setiap orang perlu menghargai pekerjaan setiap divisi. Workshop ini juga mengarahkan para peserta untuk mulai membayangkan Festival Maumerelogia 5 sebagai output dari perencanaan yang dibuat selama workshop.

“Event itu sebuah perencanaan. Itu alasan kenapa perlu desain dan dana yang dibutuhkan,” ucap penata cahaya yang pernah terlibat dalam musikal Laskar Pelangi pada 2010-2011 ini.

Para peserta belajar tentang manajemen produksi, perancangan teknis, dan artistik event, pembagian peran serta tanggung jawab dalam produksi.

Peserta, menurut Pak Clink, juga perlu mempertimbangkan variabel-variabel pendukung dalam suatu event— sponsor, kultur/karakter penonton, dan potensi seniman.

Pak Clink pun memadukan pemaparan konsep atau prinsip dalam kerja-kerja pertunjukan dengan praktik dan presentasi. Jadi, para peserta yang sudah dibagi dalam kelompok juga diminta untuk menggagas pertunjukan dan mendesain panggung kemudian mempresentasikannya sesuai dengan prinsip yang sudah dia berikan.

Di ujung workshop dan sebagai bagian dari praktik, para peserta pun langsung bekerja untuk memproduksi acara Jamming Sastra #10 yang menghadirkan kelompok musik kampung Leisplang sebagai penyaji.

Jamming Sastra, salah satu platform seni Komunitas KAHE, kali ini digelar di lokasi Car Free Night, Jalan El Tari Maumere, pada Sabtu, 15 Maret 2025 atau pada malam minggu.

Pak Clink turun langsung mengecek para peserta mengeksekusi ide pertunjukan, mendesain panggung, menata sound, menata cahaya dan memastikan alur kerja dalam produksi jamming sastra di Jalan El Tari berjalan lancar.

Dodot Cobain, salah satu peserta workshop, mengaku puas dengan proses belajar yang dia dapat bersama Pak Clink. Dodot merupakan salah satu tim produksi dan kreatif Komunitas KAHE. Workshop manajemen produksi tersebut membantu pekerja pertunjukan sepertinya bekerja secara profesional.

“Setelah ikut workshop ini, saya akhirnya tahu kalau kerja pertunjukan, kerja-kerja di belakang panggung juga ada standarisasinya. Setiap divisi harus tahu alur kerja. Efektivitas dan efisiensi diperhitungkan dalam produksi. Terima kasih Pak Clink sudah mau berbagi ilmu dan pengalamannya dengan teman-teman di Maumere,” ujar Dodot.

Hal senada juga disampaikan Aldo Fernandez, salah satu peserta. Aldo menyebutkan modul pelajaran tentang manajemen produksi yang diberikan Pak Clink sebenarnya membuat kerja-kerja produksi festival menjadi lebih efektif dan efisien. Selama ini, dia dan para pelaku event lainnya bekerja berdasarkan pengalaman saja. Tetapi ternyata ada standarisasi kerja, mulai dari perencanaan sampai eksekusi di lapangan.

“Materi workshop dari Pak Clink ini kalau diaplikasikan dalam kerja-kerja produksi pastinya akan sangat membantu dan mempermudah pekerjaan. Orang jadi tahu apa yang menjadi tanggung jawab dan alur kerjanya seperti apa. Terima kasih Pak Clink. Sampai bertemu lagi di Maumerelogia 5 bulan Mei 2025,” tutup Aldo.

Share :

5 1 vote
Article Rating
guest
1 Comment
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Dixxxie
Dixxxie
4 months ago

SQUAD 🔥🔥🔥

1
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x