Visi Festival Kota di Masa Depan (Catatan FGD Maumerelogia 5)

Komunitas KAHE menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) di Aula Rumah Jabatan (rujab) Bupati Kabupaten Sikka, 5-7 Desember 2024 membahas perhelatan festival Maumerelogia 5 yang akan dilaksanakan pada tahun 2025.  Diskusi terpumpun ini mempertemukan berbagai stakeholders yang pernah terlibat dan mengalami rangkaian program empat edisi Maumerelogia sebelumnya dan pihak-pihak yang ingin diajak bekerja bersama dalam festival Maumerelogia selanjutnya. 

Sejumlah kelompok dan individu hadir dalam forum ini di antaranya mahasiswa, dosen,  komunitas seni, seniman,  anggota Komunitas KAHE, para ahli, fasilitator, pemangku kepentingan dan pembuat kebijakan.

Rama Taharani (produser pertunjukan),  Aan Mansyur (Direktur Makassar International Writers Festival), Ragil Sukriwul (penulis), dan Valentino Luis (travel writer dan pegiat komunitas) hadir sebagai fasilitator dan narasumber.

FGD ini fokus merefleksikan kerja-kerja Komunitas KAHE dan semangat Maumerelogia yang sudah digelar dalam pantulannya dengan ekosistem sekitarnya, pengayaan gagasan dan proyeksi, serta penajaman manajemen serta kerangka kerja festival Maumerelogia di masa yang akan datang.

FGD Maumerelogia dirancang sebagai ruang untuk melihat kembali perjalanan komunitas KAHE dan kondisi sekitar yang juga turut berubah dengan dinamika dan perubahan kota—yang turut membentuk kerja-kerja kesenian yang tumbuh di kota Maumere.  

Mereka yang pernah terlibat atau menyukseskan pagelaran Maumerelogia tahun tahun sebelumnya diajak untuk melihat lagi—sebagai potongan-potongan cerita lama—gagasan yang ingin dibangun dalam Maumerelogia 5 yang akan diselenggarakan Mei 2025.

Maumerelogia pertama kali berlangsung pada tahun 2016 dengan bentuk atau format sebagai festival yang membangun ekosistem pertunjukan. Maumerelogia kemudian berlanjut sampai tahun 2019. Empat edisi Maumerelogia sebelumnya tumbuh dengan situasi yang beragam setiap tahun; mulai dari tempat, jejaring, dan juga jangkauan sosial yang terbangun.

Kemeriahan Maumerelogia sebagai festival tahunan sempat terputus pada tahun 2020 karena pagebluk Covid-19. Dalam rentang tahun 2021-2025, Komunitas Kahe mulai terlibat dalam berbagai bentuk pagelaran festival dan turut membuka berbagai platform kesenian, baik di dalam kota Maumere maupun di luar Maumere.

Hal ini kemudian menjadi obrolan dasar, dengan pertanyaan-pertanyaan filosofis terkait bagaimana kedekatan KAHE terhadap Maumere, bagaimana koneksi KAHE dengan Maumere yang berubah, bagaimana Maumere yang berubah secara sosial, bagaimana KAHE sebagai kolektif yang juga terkumpul dari berbagai person membayangkan kembali Maumere hari ini dengan segala perubahan yang ada. Pertanyaan-pertanyaan ini kemudian terakumulasi dalam tema Maumerelogia 5: Kultur, Kota, Kita yang akan dirayakan sepuluh tahun ke depan.

Selama tiga hari FGD, para peserta diajak untuk memecahkan kembali bayangan atau imaji tubuh atau ingatannya terhadap Maumere. Maumere kemudian dibicarakan dalam berbagai perspektif, potensi-potensinya, sejarahnya, juga segala bentuk persoalan yang dialami oleh Maumere hari-hari ini.

Semua hal itu kemudian dipetakan dan diurai dalam berbagai bentuk kategori, seperti isu, potensi, masalah. Para peserta diajak untuk membayangkan program-program festival yang memungkinkan untuk mewadahi berbagai bentuk persoalan atau isu yang tengah berkembang, hari-hari ini di Maumere.

Dari tema Kultur, Kota, Kita, FGD ini turut pun membuka percakapan dan kemungkinan keterlibatan warga dan komunitas pada perhelatan Maumerelogia 5 nanti sebagai festival kota. Ruang dan potensi kota pun diobrolkan sebagai bagian penting dalam sebuah festival. Maumerelogia bertrasformasi dari sebuah festival seni pertunjukan menjadi festival kota, dengan penekanan yang kuat pada karakter festival sebagai kajian tentang masyarakat.

Maumerelogia ingin memainkan peran dalam menjaga dan mereproduksi identitas budaya. Kemudian pertanyaan-pertanyaan ini menjadi penting: Apakah festival ini masih berakar kuat pada tradisi atau telah mengalami transformasi dalam cara pewarisan ingatan kolektif? Bagaimana masyarakat lokal mengartikulasikan pengalaman sejarah dan nilai-nilai mereka melalui ekspresi tubuh dalam festival ini?

Lebih jauh, festival budaya seperti Maumerelogia tidak hanya menjadi wadah ekspresi identitas, tetapi juga dapat menjadi ruang negosiasi antara budaya lokal dan pengaruh eksternal.

Dalam konteks globalisasi, festival dapat menjadi ajang di mana masyarakat berupaya mempertahankan esensi budaya mereka sambil tetap beradaptasi dengan perkembangan zaman. Oleh karena itu, penting untuk menelaah bagaimana festival ini berfungsi sebagai medium bagi masyarakat untuk merefleksikan identitas mereka, baik dalam konteks lokal maupun dalam lanskap budaya yang lebih luas.

Share :

0 0 votes
Article Rating
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x